Gunung Agung Bali memuntahkan abu dalam letusan segar
JAKARTA: Sebuah gunung berapi di pulau liburan Indonesia di Bali meletus pada hari Minggu (30 Des), menyemburkan abu tinggi ke udara dan di atas desa-desa terdekat ketika para pejabat memperingatkan para wisatawan untuk menjauhi daerah itu.
Gunung Agung telah meletus secara berkala sejak bergemuruh kembali hidup pada tahun 2017, ketika mendaratkan ratusan penerbangan dan membuat 120.000 pengunjung terdampar.
Pada hari Minggu pagi, gunung berapi - yang berjarak sekitar 70 kilometer dari pusat wisata Kuta - mengirim abu ke atas saat meletus selama sekitar tiga menit, menurut pusat vulkanologi negara itu.
"Warga di dekat Gunung Agung serta pendaki dan wisatawan tidak boleh melakukan aktivitas apa pun di zona bahaya atau dalam radius empat kilometer dari kawah," kata pusat itu dalam sebuah pernyataan.
Pada 22 Desember, sebuah letusan dari Anak Krakatoa memicu tsunami yang menghantam ujung barat pulau tetangga Jawa dan Sumatra selatan, menewaskan sedikitnya 426 dan menyebabkan lebih dari 7.000 terluka.
Dalam letusan terbaru, beberapa desa di Bali tertutup lapisan abu tipis tetapi tidak ada asap atau lava yang terdeteksi berasal dari kawah dan tidak ada evakuasi yang diperintahkan.
Pusat vulkanologi juga memperingatkan penduduk di dekat sungai di daerah itu untuk waspada terhadap aliran lahar dingin - sejenis aliran lumpur yang dapat terbentuk dari batu dan abu di musim hujan dan yang seringkali merupakan pendahuluan bagi lava oranye yang berkobar dari imajinasi populer.
Pada bulan Juni, puluhan penerbangan dibatalkan setelah Agung meletus dan menembakkan asap dan abu segar lebih dari 1.000 meter ke langit.
Letusan besar terakhir Agung pada tahun 1963 menewaskan sekitar 1.600 orang. Indonesia adalah wilayah vulkanik paling aktif di dunia dan terletak di "Cincin Api" Pasifik di mana lempeng tektonik bertabrakan, menyebabkan aktivitas vulkanik dan seismik yang sering terjadi.
Source : http://koranasiakita.blogspot.com



No comments