Indonesia menghentikan sementara pengiriman siswa ke Taiwan setelah laporan penganiayaan
JAKARTA: Indonesia akan menghentikan sementara pengiriman siswa ke universitas di Taiwan, kata kementerian luar negeri pada Jumat (4 Januari), setelah meminta Taipei untuk menyelidiki laporan media bahwa hingga 300 siswa dipaksa untuk bekerja di pabrik.
Negara Asia Tenggara mengirim siswa ke Taiwan di bawah program studi kerja yang memungkinkan mereka untuk melakukan magang saat belajar. Para pejabat mengatakan siswa di bawah skema ini "menghadapi masalah", tanpa memberikan perincian.
"Kami telah meminta penjelasan ... dan bagi pihak berwenang untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi kepentingan dan keamanan para siswa ini," kata juru bicara kementerian luar negeri Indonesia Armanatha Nasir dalam sebuah pernyataan.
Kementerian Pendidikan Taiwan mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis bahwa laporan media tidak akurat dan bahwa tidak menemukan pelanggaran hukum perburuhan setempat setelah berbicara kepada para siswa. Jika ditemukan praktik ilegal di sekolah mana pun, kementerian akan menangguhkan program di sana, tambahnya.
Seorang anggota parlemen Taiwan, Ko Chih-en, mengatakan pekan lalu bahwa enam universitas telah "memaksa" mahasiswa Asia Tenggara mereka, terutama orang Indonesia, untuk bekerja berjam-jam di pabrik membuat lensa kontak, menurut situs web Taiwan News.
Reuters tidak dapat memverifikasi tuduhan secara independen.
Ada sekitar 6.000 mahasiswa Indonesia di Taiwan, sekitar 1.000 di antaranya dikirim berdasarkan skema studi-kerja, kata Nasir.



No comments